03-04-2026
WIB
Agnia
12-12-2025
15:30:50 WIB
Kota Surakarta kembali ditegaskan sebagai hub strategis dan pusat penggerak ekonomi kawasan Soloraya hingga Jawa Tengah. Penegasan tersebut mengemuka dalam pembukaan Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang digelar pada Jumat (12/12/2025), di Swiss-belinn Saripetojo Solo.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyampaikan bahwa Solo memiliki keunggulan geografis sebagai penghubung utama antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Meski jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa, aktivitas ekonomi harian di Kota Solo meningkat signifikan hingga melibatkan sekitar 2,5 juta orang dari wilayah penyangga. Tingginya pergerakan ekonomi ini tercermin dari nilai transaksi QRIS yang telah menembus Rp10 triliun hingga Oktober 2025.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menilai Solo berperan sebagai pusat kendali ekonomi kawasan Soloraya yang tidak dapat dipisahkan dari daerah sekitarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi, jaminan keamanan, kemudahan perizinan, serta kualitas sumber daya manusia sebagai prasyarat utama dalam menarik dan menjaga kepercayaan investor.
Dari sisi potensi sektoral, Solo dinilai memiliki keunggulan kompetitif, khususnya pada sektor pariwisata kebugaran dan layanan kesehatan. Infrastruktur pendukung seperti bandara internasional, jaringan transportasi darat, serta fasilitas kota yang terintegrasi memperkuat posisi Solo sebagai pusat investasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Untuk mendorong realisasi investasi, Pemerintah Kota Surakarta membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset strategis, termasuk lahan seluas 10 hektare di kawasan Pedaringan yang disiapkan sebagai pusat distribusi logistik. Seluruh proses investasi dipastikan berjalan transparan dan bebas dari praktik pungutan liar.
Solo Investment Forum 2025 diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Solopos Media Group dan menghadirkan berbagai agenda seperti Festival Aset dan Investment Clinic, sebagai ruang terbuka bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi Kota Surakarta.