(0271) 2931667
email@surakarta.go.id

02-05-2026

WIB

Vinta

04-03-2026

 16:08:13 WIB
Respati Pastikan Pemkot Solo Kawal Kepulangan Jemaah Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Icon

Pemerintah Kota Surakarta memastikan komitmennya dalam mengawal kepulangan jemaah umrah asal Kota Solo yang terdampak ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan bahwa hingga saat ini ratusan jemaah asal Kota Bengawan telah kembali ke rumah masing-masing, meskipun sempat mengalami keterlambatan jadwal penerbangan.

Ia mengimbau para jemaah yang masih mengalami kendala kepulangan agar tetap tenang dan segera berkomunikasi dengan Pemkot Solo maupun Kementerian Haji dan Umrah. Menurutnya, pemerintah akan memfasilitasi proses kepulangan hingga seluruh jemaah tiba di tanah air dengan selamat.

“Kami berharap warga yang mengalami kendala, khususnya warga Solo, bisa segera berkomunikasi dengan kami dan Kementerian Haji dan Umrah. Kami akan terus mengawal sampai kepulangan berjalan dengan baik,” ujar Respati.

Ia juga meminta jemaah yang penerbangannya terganggu akibat perubahan rute untuk bersabar, sembari terus berkoordinasi guna mencari solusi terbaik. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan keselamatan warga yang tengah menjalankan ibadah umrah maupun wisata religi.

Di sisi lain, Respati mempersilakan masyarakat yang telah memiliki jadwal keberangkatan umrah untuk tetap berangkat. Namun, ia menyarankan agar menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko gangguan perjalanan.

Selain itu, Respati meminta biro perjalanan haji dan umrah untuk memberikan data jemaah secara akurat. Pendataan dinilai penting untuk memastikan seluruh peserta terpantau dan tidak ada yang tertinggal.

“Kami mengimbau penyelenggara travel umrah dan haji untuk aktif berkomunikasi dengan Pemkot dan Kementerian, terutama dalam menyampaikan data jemaah yang akan berangkat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, mengungkapkan sekitar 120 jemaah umrah asal Solo sempat tertahan akibat gangguan penerbangan. Meski demikian, para jemaah tetap mendapatkan fasilitas dari maskapai selama menunggu jadwal kepulangan.

“Ada sekitar 120 jemaah yang sempat tertahan. Namun, maskapai telah memfasilitasi akomodasi seperti hotel dan konsumsi tiga kali sehari,” ujarnya.

Her menambahkan, hingga saat ini jalur perjalanan ibadah umrah dari Indonesia masih tetap dibuka dan keberangkatan jemaah tetap berlangsung. Hanya saja, maskapai kini menghindari rute transit di wilayah yang terdampak konflik.

Ia menyebut, di wilayah Soloraya masih terdapat sekitar 25 hingga 30 kelompok keberangkatan jemaah, terutama menjelang akhir Ramadan hingga bulan Syawal. Penerbangan umumnya menggunakan maskapai dengan rute langsung seperti Lion Air dan Garuda Indonesia.

“Untuk penerbangan yang sebelumnya transit di wilayah seperti Qatar atau Dubai, saat ini dilakukan mitigasi dengan penggantian pesawat atau penjadwalan ulang agar perjalanan tetap aman,” pungkasnya.